CAMPAK JERMAN
Apakah campak jerman ada hubungannya dengan campak biasa ?
jawabannya, tidak. campak jerman disebabkan oleh suatu virus yang berbeda. oleh karena terjadi ruam kulit yang serupa maka nama yang sama akan digunakan untuk kondisi tersebut. secara teknis dikenal dengan sebutan rubela.
ini semacam penyakit ringan, jarang menimbuulkan gejala-gejala yang berbahaya, tidak terlalu menular yang menyebar dari satu ke orang yang lain melalui partikel-partikel lembab yang terkena infeksi. memerlukan waktu antara 12 sampai 21 hari -- umumnya 16 hari -- sesudah terinfeksi baru menimbulkan gejala.
Rubela sangat berbahaya pada ibu-ibu yang sedang hamil. apa sebabnya ?
Dewasa ini hampir tiap wanita sadar akan risiko-risiko yang berbahaya. infeksi rubela selama masa kehamilan membawa resiko yang tinggi terhadap bayi dalam kandungan.
virus itu akan cepat masuk melalui saluran ketuban pada janin. dalam 12 minggu pertama organ-organ vital dari janin terbentuk -- telinga, mata, jantung dan bagian-bagian tubuh lainnya. virus itu akans angat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin secara normal.
Akibatnya bisa terjadi berbagai cacat, mulai dari tuli sebagian atau seluruhnya, gangguan penglihatan sampai kegagalan jantung, untuk menyebutkan akibat yang paling sering terjadi. otak, hati, limpa, dan tulang-tulang bisa terkena gangguan dengan akibat penyakit-penyakit infeksi pada anak-anak
Berbagai kelainan yang serius pada otak, darah dan pertumbuhan. Bahkan rubela yang terjadi dalam bulan pertama kehamilan dinyatakan dapat mengakibatkan bayi cacat lahir sebanyak 50 persen kelahiran -- suatu tingkat yang sangat tinggi. pada akhir bulan ketiga risikonya menurun sampai sekitar 10 persen, tapi itu pun masih terlalu tinggi, kalau sebenarnya masih bisa dihindari sama sekali.
PERAWATAN
Bagaimana merawat rubela ?
terapi sederhana dan lebih untuk mengilangkan gejala-gejala saja. tidak ada obat yang khusus, tapi kalau ada gejala-gejala yang menyebabkan kekhawatiran, cara pengobatan dapat diberikan sebagaimana terhadap campak biasa. pemberian cairan, obat parasetamol untuk menurunkan demam, dan perawatan umum dapat dilakukan.
Dalam keadaan tak biasanya terjadi komplikasi bawahalah ke dokter. sering pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan diagnosa. ini penting jika kemungkinan ada ibu hamil (dalam masa kehamilan 12 minggu pertama) berhubungan dengan si pasien. jika hal ini terjadi ibu itu harus memberitahukan keadaanya kepada dokter untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.
Sebaiknya wanita yang sedang hamil menghindari pasien yang sedang terkena rubela

No comments:
Post a Comment